logo
Page gambar atas list banner

Healthy Article

USIA BOLEH LANJUT, TULANG HARUS TETAP KUAT

USIA BOLEH LANJUT, TULANG HARUS TETAP KUAT

“Osteoporosis dianggap tak kalah penting dibandingkan dengan sumpah pemuda, bagi kalangan tua maupun muda. Buktinya, pada bulan Oktober, ada peringatan pentingyang kita rayakan, yaitu Hari Osteoporosis Nasional, Selain Hari Sumpah Pemuda yang sama-sama jatuh pada bulan Oktober. Kita perlu mengenal gangguan tulang ini lebih lanjut lagi.”

Sejak beberapa tahun terakhir risiko pengeroposan tulang atau bahasa keren-nya Osteoporosis. Walaupun ancaman osteoporosis baru terjadi ketika memasuki usia senja, tapi upaya pencegahannya sudah harus dilakukan sejak dini. Menurut data, di negri kita diperkirakan du dari lima manusia berisiko menderita Osteoporosis.

SEJAK DALAM KANDUNGAN
Tulang merupakan kerangka utama tubuh yang memungkinkan tubuh kita yang besar dan berat, tulang haruslah kuat. Kekuatan tulang tergantung pada kandungan mineral yang dimiliki tubuh. Mineral utama sebagai unsur pembentukan tulang dalam kalsium. Semakin banyak kalsium, maka tulangpun akan semakin kuat. Karena itu, memiliki kalsium yang banyak dalam tulang amatlah penting. Prosesnya sudah dimulai sejak masih dalam kandungan, lalu lahir, bertumbuh, berlanjut terus hingga dewasa dan lanjut usia.

Tubuh mendapat suplai kalsium dari makanan dan minuman yang kita asup, meskipun dapat juga diperoleh dari suplemen. Menurut para ahli, upaya mendapatkan asupan kalsium dari bahan makanan atau minuman karena lebih aman, tanpa efek samping.

Susu dan keju disebut-sebut sebagai sumber utama kalsium. Lalu, bagaimana dengan orang yang tak doyan susu ataupun produk olahan-nya, dengan alasan tak suka aromanya atau karena perutnya berontak bila berhubungan dengan susu? Tak perlu kawatir. Masih banyak bahan makanan lain yang dapat kita jadikan sumber mineral pembentuk tulang ini. Untuk mengetahui apa saja yang merupakan sumber kalsium.

Perlu diketahui, kalsium yang masuk ke tubuh tidak semuanya terserap. Paling-paling 30 – 50 persen. Tetapi kalau didalam tubuh ada vitamin D, penyerapan kalsium bisa lebih banyak. Sebagai warga khatulistiwa, tubuh kita sebenarnya tak akan kekurangan vitamin D. dengan berjemur dibawah sinar matahari pagi ataupun sore sekitar 10 – 15 menit saja, tubuh secara otomatis akan membentuk vitamin D secara gratis.


WHO TURUN TANGAN
Masalah tulang keropos alias Osteoporosis bukan hanya masalah manula Indonesia tapi di seluruh Indonesia tapi di seluruh dunia. Itu sebabnya badan kesehatan dunia di PBB, WHO ( World Health Organization ) ikut memberi perhatian pada masalah kesehatan tulang ini. Merka tak henti-hentinya menghimbau seluruh warga dunia agar memiliki tulang yang kuat dan sehat demi mencegah terjadinya Osteoporososis yang bisa menghabat gerak atau aktivitas mereka di usia senja.

Menurut definisis WHO, Osteoporosis adalah gangguan tulang dengan cirri penipisan tulang dan gangguan arsitektur tulang yang berdampak tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Sejak dalam kandungan hingga kita berusia 25 – 30 tahun, berlangsung masa pembentukan tulang. Dengan kecukupan asupan kalsium ( berapa kebutuhan kalsium pada setiap individu), ketersedian vitamin D, rajin berolahraga, serta menjalani pola hidup sehat seperti tidak merokok, tidak minum alkohol, dan makan makanan yang tinggi protein, maka akan terjamin kondisi tulang yang baik dan sehat.

Selama kurun waktu itu, siklus pergantian tulang baru dan perapuhan tulang berjalan seimbang. Namun, begitu memasuki usia 40-an tahun ketika produksi hormone estrogen dan testosterone mulai terganggu atau bahkan sudah sama sekali tidak berproduksi, proses perapuhan tulang berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan pembentukan tulang baru. Sebab di dalam tubuh telah terjadi deficit kalsium akibat kedua hormone itu tak bisa lagi bekerja menyerap kalsium.

Perapuhan tulang tak member gejala yang khas sehingga banyak orang tidak menyadari adanya kemunduran ini. Seandainya mereka menyadari adanya perubahan seperti di bawah ini :

-Nyeri pada tulang saat melakukan gerakan membungkuk ataupun jongkok yang sebelumnya tidak pernah terjadi
-Nyeri pada tulang belakang sebagai akibat tulang rawan di antara ruas tulang belakang semakin tipis dan mengeras.
-Tubuh lebih pendek dari pada sebelumnya.
Coba periksakan diri ke dokter karena ketiga hal tersebut merupakan pertanda terjadinya Osteoporosis.

BUKAN MONOPOLI KAUM HAWA
Osteoporosis sering diidentikkan dengan penyakit kaum Hawa. Padahal sesungguhnya kaum pria juga dapat terkena masalah tulang yang sama. Hanya saja, pada kaum perempuan proses osteoporosis berlangsung lebih awal, yakni ketika memasuki usia 40-an di saat prosuksi hormone estrogen mulai berkurang. Menurut perkiraan para ahli, tabungan kalsium dalam tubuh berkurang sekitar 1 % setahun. Bahkan ketika memasuki masa menopause ketika produksi hormon estrogen sudah terhenti, mulailah terjadi pengambilan besar-besaran terhadap massa tulang akan berkurang sebanyak 20%.

Pada pria, Osteoporosis baru mulai menggrogoti tulang ketika mereka memasuki usia 60-an tahun, saat produksi hormone testosterone secara perlahan berkurang sampai akhirnya berhenti total. Ketika meraka sudah makin menua, risiko Osteoporosisnya sama besarnya dengan kaum perempuan yang sudah lebih dulu terserang pengeroposan tulang. Secara umum proses Osteoporosis pada pria memang lebih lambat.

Untuk mengetahui kondisi Osteoporosis penderita, dokter biasanya akan meminta penderita untuk menjalani pemeriksaan tingkat tinggi kepadatan tulang dengan alat bernama densitometry tulang.

BISA DIPERLAMBAT
Pengroposan tulang memang bagian tak terhindarkan dari proses penuaan. Namun, sampai saat ini belum ada terapi penyembuhannya. Karena itu upaya pencegahan merupakan langkah yang terbaik. Caranya, dengan memaksimalkan kepadatan tulang sejak usia muda. Ada juga cara lain, yakni dengan terapi hormon ketika menopause datang menjelang atau mengkonsumsi obat penghambat laju pengurangan kepadatan tulang. Dua cara terakhir ini masih menjadi kontraversi di kalangan para ahli apakah cara ini aman bagi kesehatan secara keseluruhan.

Selain upaya pencegahan itu, para dokter juga sering mengingatkan para manula untuk berhati-hati dalam kegiatan mereka agar jangan sampai terjatuh sehingga dapat mengakibatkan patah tulang. Tulang yang terutama pengroposan adalah tulang pinggul, dada, dan pergelangan tangan.

Osteoporosis adalah penyakit yang datang di kala senja tapi dapat dicegah sejak dini. Maka dari itu kita lakukan kegiatan yang dapat mencegah ataupun menunda terjadinya Osteoporosis.

KEBUTUHAN KALSIUM
Usia Kebutuhan Kalsium (mg)
0-6 bln 200
7-12 bln 400
1-3 thn 500
4-6 thn 500
7-9 thn 600

Laki-laki/Perempuan
10-12 thn 1.000
13-15 thn 1.000
16-18 thn 1.000
19-29 thn 800
30-49 thn 800
50-64 thn 800
60+ thn 800

Sumber : Widya Karya Pangan Nasional Pangan & Gizi ke-7, Thn. 2004
KANDUNGAN KALSIUM DALAM 100 G BAHAN MAKANAN

Bahan makanan Kebutuhan Kalsium (mg)
Udang Rebon (kering) 2.306
Daun Petai Cina 1.500
Susu SKM 1.300
Udang Kering 1.209
Ikan Teri (kering) 1.200
Keju 777
Udang Rebon 757
Bungkil Kacang tanah 730
Wijen 614
Ketumbar 630
Ikan Ekor Kuning 500
Ikan Teri 500
Sarang Burung 485
Daun Mangkukan 474
Bubuk Kedelai 450
Bayam Merah 368
Ikan Sarden Kaleng 354
Kerupuk Udang 332
Daun Talas 302
Kepiting 210
Sawi 220
Kacang Kedelai Kering 227
Ikan Asin (kering) 200
Petai Cina (lamtoro) 180
Tempe Kedelai Murni 154
Kuning Telur Ayam 147
Kerang 133
Tahu 124
Kecap 123


Sumber : majalah sedap/hidup sehat

Recent post

JAGA TIMBANGAN DENGAN SARAPANJAGA TIMBANGAN DENGAN SARAPAN
Walnut berpotensi menurunkan risiko obesiteas dan diabetes, karena kacang ini mengaktivitasi bagian otak yang mengatur rasa lapar dan mengurangi nafsu makan. (Diabetes, Obesitas dan Metabolisme)
SAATNYA TINGGALKAN SIKAP NEGATIF
“Anda mendapatkan kekuatan, keberanian, dan kepercayaan diri dari setiap pengalaman hidup yang membuat Anda menghadapi rasa takut.”
PERAWATAN SENDIRI UNTUK MENGATASI STRESS
Stres adalah gangguan mental yang dihadapi seseorang akibat adanya tekanan. Tekanan ini muncul dari kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Tekanan ini bisa berasal dari dalam diri, atau dari luar.