logo
Page gambar atas list banner

Healthy Article

PANEL INDONESIA UNTUK MENJAGA DIAGNOSIS ALERGI

PANEL INDONESIA UNTUK MENJAGA DIAGNOSIS ALERGI

Bagi sebagian besar orang, alergi menjadi suatu penyakit yang terdengar biasa dan sering kali terabaikan, alergi yang di alami dapat menggunakan aktivitas sehari-sehari, bahkan dapat membahayakan jiwa.

Alergi merupakan kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh seseorang menjadi hipersensitif dalam bereaksi secara imunologi terhadap bahan-bahan yang umumnya imunogenik (antigenik) atau dapat dikatakan orang tersebut bersifat atopik. Dengan kata lain, alergi terjadi ketika tubuh manusia bereaksi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang yang tidak bersifat atopic.

Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut aleggren. Ironisnya, banyak hal dianggap asing oleh system imun tubuh ini ternyata adalah hal-hal yang biasa kita temukan di rumah.

Terdapat banyak variasi tes untuk mendiagnosis kondisi alergi. Diagnosis harus disesuaikan dengan riwayat pasiesn. Pemeriksaan umumnya meliputi penyuntikan allergen-alergen pada kulit dan melihat pembengkakan yang terjadi atau memerlukan tes darah untuk IgE spesifik allergen.

TANDA DAN GEJALA ALERGI
Tanda dan gejala alergi yang umum, termasuk :
-Masalah pernapasan; hidung tersumbat, pilek, bersin, gejala asma (suara mengi dan sesak napas).
-Konjungtivitas, peradangan selaput lapisan mata; mata merah, gatal, dan berair.
-Alegi dermatitis; eksim, ruam merah, gatal-gatal
Alergi berat yang terjadi pada sebagian orang terhadap lingkungan, makanan, obat-obatan atau reaksi terhadap sengatan dari tawon dapat membahayakan jiwa dengan timbulnya anafilaksis.

DIAGNOSIS ALERGI
Diagnosis alergi mencakup 4 tahap yang saling melengkapi yaitu pemeriksaan riwayat, tes kulit, pemeriksaan alergi in vitro dan uji provokasi. Tes kulit untuk mendeteksi antibody IgE spesifik telah banyak digunakan untuk membantu diagnosis alergi, tetapi pada beberapa kondisi tes kulit ini menemui kendala yang mungkin disebabkan beberapa hal, seperti :

-Gangguan kulit yang luas. Tes kulit harus dilakukan pada kulit yang sehat/normal.
-Dermatographism yang berat.
-Kerja sama pasien yang kurang
-Penggunaan anti histamin atau obat lain yang dapat mengganggu hasil tes kulit.

Pada kondsi lain skin test (in vivo) menemukan perhatian khusus seperti pada seperti pada keadaan asma menetap yang berat/tidak stabil, kehamilan (karena ada risiko anafilaksis dengan hipotensi dan kontraksi rahim), bayi, pasien yang mengonsumsi bêta-blockers.

Pada praktik klinis, metode in vitro untuk mendeteksi IgE spesifik alergren dalam serum memberikan manfaat yang berbeda jika dibandingkan dengan metode in vivo.
Pemeriksaan in vitro menjadi alternative pemeriksan karena memiliki kelebihan seperti :
-Dapat dilakukan pada pasien yang sedang menerima terapi yang dapat mempengaruhi hasil tes kulit (anti histamin, anti depresi)
-Tidak ada risiko reaksi sistemik.
-Dapat dilakukan pada pasien yang sedang mengalami extensive eczema.

Pemeriksaan IgE Aptopy (Panel Indonesia) dengan metode in vitro adalah pemeriksaan semi-kuantitatif untuk mendeteksi allergen yang memicu terjadinya gejala-gejala alegi pada pasien dan dapat menjadi pilihan dalam upaya dteksi allergen pada kondisi yang tidak memungkinkan dilakukannya skin test.

Pemeriksaan IgE Atopy (Panel Indonesia) terdiri dari 55 alergen yang lebih sesuai dengan allergen yang berasal dari pohon/tanaman/rumput, tungau, hewan, komponen sus, jamur, komponen makanan, makanan laut, sayuran dan buah-buahan, serta daging.

Berikut daftar allergen yang terdapat dalam pemeriksaan IgE Atopy ( Panel Indonesia) :

1.Bermuda grass (Nama Latin : Cynodon dectylon)
2.Timothy grass (Nama Latin : Phleum Pratense)
3.Grass Mix 5 ( Sweet vernal grass, Bermuda grass, Timothy grass, Cultivated Rye)
4.Acacia
5.Australian Pine
6.Kelapa Sawit
7.Dermatophagoides pteronyssius
8.Dermatophagoides farina
9.Dermatophagoides microceras
10.Tyrophagus demesticus
11.Blamia tropicalls
12.Kucing
13.Anjing
14.Kuda
15.Protein sapi
16.Feather mix 1 (bulu ayam, bebek, angsa)
17.Kapuk
18.Racun lebah madu
19.Kecoa, german
20.Candida albicans
21.Mould mix 1 (penicillium no, Cladasporium her., Aspegillus fum., Alternaria alt.)
22.Tepung trigu
23.Gluten
24.Kacang tanahkedelai
25.Hazelnut
26.Almond
27.Ragi
28.Glutamat
29.Putih telur
30.Susu sapi
31.Alpha-lactalbuin (Susu Sapi)
32.Beta-lactoglobulin (Susu Sapi)
33.Casein (Susu Sapi)
34.Shelfish mix 1 (spiny lobster, tiram, kerang)
35.Ikan Kod
36.Tuna
37.Salmon
38.Kepiting
39.Udang
40.Lobster
41.Daging Bebek
42.Daging sapi, matang
43.Daging babi, matang
44.Ayam
45.Daging domba
46.Keju cheddar
47.Tomat
48.Bawang putih
49.Stroberi
50.Kiwi
51.Kopi
52.Coklat
53.CCD maker

Alergi dapat dicegah dengan cara menjaga kebersihan lingkungan kita dan hindari diri dari pemicu atau allergen. Tapi jika gejala-gejala alergi terlanjur muncul, usahakan untuk langsung menemui dokter agar diberikan obat anti alergi untuk mengurangi alerginya.

Recent post

Kenali Penyebab Sakit KepalaKenali Penyebab Sakit Kepala
JAGA TIMBANGAN DENGAN SARAPAN
Walnut berpotensi menurunkan risiko obesiteas dan diabetes, karena kacang ini mengaktivitasi bagian otak yang mengatur rasa lapar dan mengurangi nafsu makan. (Diabetes, Obesitas dan Metabolisme)
SAATNYA TINGGALKAN SIKAP NEGATIF
“Anda mendapatkan kekuatan, keberanian, dan kepercayaan diri dari setiap pengalaman hidup yang membuat Anda menghadapi rasa takut.”
.