logo
Page gambar atas list banner

Healthy Article

OLAHRAGA MENGUATKAN TULANG

OLAHRAGA MENGUATKAN TULANG

“Selain mencegah, aktivitas olahraga juga dapat mengatasi Osteoporosis. Makanya, ketika Osteoporosis sudah menyerang, olahraga dapat terus dilakukan.

Minggu pagi-pagi benar, lapangan olahraga di berbagai sudut kota di padati warga. Anak-anak berlarian, bermain sepeda, bermain lompat tali, para remaja bermain basket, sepak bola, sementara yang dewasa mengikuti senam aerobic, tai chi, dan sebagainya. Para manula juga tak mau ketinggalan. Mereka berjalan kaki di antara keramaian tadi. Sungguh kegiatan yang menarikmelihat tua-muda semuanya berolahraga. Yang membedakan hanya jenis olahraga yang mereka lakukan.

Dengan berolahraga selain melatih otot, tulang juga akan mendapatkan tekanan dan dipaksa untuk membangun massanya yang semakin lama semakin padat. Dengan otot yang kuat, tulang pun menjadi kuat.

Manfaat olahraga bagi lansia pernah diamati oleh Rancho Bernado. Ia melakukan penelitian terhadap 1,014 perempuan dan 689 pria yang berusia 73 tahun dan rajin berolahraga sejak remaja. Dari penelitian ini, ia melihat adanya hubungan antara olahraga dan kepadatan tulang, terutama tulang pinggul, salah satu tulang yang berisiko patah pada penderita Osteoporosis.

Sementara penelitian lain yang dilakukan pada perempuan yang sudah menopause yang masa tulangnya sudah berkurang sampai 30% juga menunjukkan hal yang sama. Olahraga memberi efek positif terhadap tulang. Ketika mereka tetap rajin berolahraga selama 6 (enam) bulan, kepadatan tulangnya tidak memburuk. Kepadatan tulang mereka terus berkurang dan berkurang sehingga risiko patah tulang yang mereka hadapi sangatlah besar.

Dari kedua penelitian ini terbukti, olahraga tetap perlu dilakukan oleh mereka yang sudah lanjut usia. Pendapat selama ini bahwa kalau sudah berumur tak perlu berolahraga, salah besar!

DOUBLE KEUNTUNGAN
Ativitas olah tubuh demi memiliki tulang yang kuat perlu dilakukan sejak masa anak-anak karena memupuk massa tulang. Jenis olahraga yang dilakukan dalam setiap tahapan usia tentunya berbeda-beda. Saat usia mencapai paruh baya, ketika Osteoporosis mulai menghantui, pilihan jenis olahraga yang dilakukan hendaknya bukan yang sifatnya melompat, aerobic dengan benturan keras, ataupun lari yang memberikan benturan dan pembebanan pada tulang punggung, salah satu tulang yang sanagt berisiko merapuh.

Bagi mereka, jalan kaki adalah yang terbaik. Dengan berjalan kaki, tulang akan terbebani oleh berat tubuh dan seluruh kerangka tubuh. Penelitian menunjukkan, perempuan yang sudah menopause yang jalan kaki lebih dari 12 km per minggu memiliki kepadatan tulang yang lebih baik. Karena boleh dicicil dalam 1 minggu,Anda cukup berjalan kaki 2,4 km dalam sehari dan lakukan 5 (lima) kali saja dalam seminggu.

Olahraga jalan kakai tak perlu dilakukan khusus di lapangan olahraga. Bisa dilakukan di sekitar kompleks tempattinggal atau sekalian mengantar cucu ke sekolah. Dapat juga sekalian mengantar cucu ke sekolah. Dapat juga sekalian mencari tukang sayur atau pasar untuk membeli kebutuhan di rumah. Pulangnya berjalan kaki sambil membawa belanjaan, sungguh ideal. Jalan kaki yang dikombinasikan dengan membawa beban akan meningkatkan kekuatan otot yang berdapak pada kekuatan tulang pula.

Pilih saat berjalan kaki paling baik saat matahari sudah mulai memancarkan sinarnya tapi belum terik. Maka, keuntungan yang didapat akan dobel. Selain melatih kekuatan tulang dan otot, juga tubuh dapat anugrah pembentukan vitamin D gratis.
Karenanya, kalau selama ini Anda belum mulai berolahraga, lakukan saja segera.

Mulai dengan berjalan kaki jarak pendek dengan waktu 15 – 20 menit. Setelah itu secara perlahan teapi pasti, tingkatkan jarak dan lama perjalanannya. Demikian juga dengan barang bawaan. Jangan langsung dalam jumlah banyak tetapi berangsur-angsur ditingkatkan.

Yang penting pula perlu diperhatikan, pilihan lokasi jalan yang banyak rintangan untuk menghindari Anda jatuh tersandung. Peregangan sebelum dan sesudah berjalan kaki juga perlu dilakukan. Sebab, gerakan ini juga membantu mengatasi kemunduran massa tulang, menghilangkan rasa ngilu, dan pegal-pegal.
Selamat berolahraga demi memiliki tulang yang kuat.

Sumber : majalah sedap/hidup sehat

Recent post

JAGA TIMBANGAN DENGAN SARAPANJAGA TIMBANGAN DENGAN SARAPAN
Walnut berpotensi menurunkan risiko obesiteas dan diabetes, karena kacang ini mengaktivitasi bagian otak yang mengatur rasa lapar dan mengurangi nafsu makan. (Diabetes, Obesitas dan Metabolisme)
SAATNYA TINGGALKAN SIKAP NEGATIF
“Anda mendapatkan kekuatan, keberanian, dan kepercayaan diri dari setiap pengalaman hidup yang membuat Anda menghadapi rasa takut.”
PERAWATAN SENDIRI UNTUK MENGATASI STRESS
Stres adalah gangguan mental yang dihadapi seseorang akibat adanya tekanan. Tekanan ini muncul dari kegagalan individu dalam memenuhi kebutuhan atau keinginannya. Tekanan ini bisa berasal dari dalam diri, atau dari luar.