logo
Page gambar atas list banner

Healthy Article

DEMENSIA TIDAK SELAMANYA LUPA

DEMENSIA TIDAK SELAMANYA LUPA

Sering lupa mungkin biasa. Namun, apa jadinya jika rasa lupa dibarengi dengan usia yang sudah lanjut? Orang tua yang mudah lupa seringkali dikatakan mengalami kepikunan. Apakah pikun adalah hal yang wajar dialami para orang tua, atau justru pikun merupakan sebuah penyakit yang dapat dideteksi dan dihindari.Demensia atau kepikunan merupakan bukanlah sebuah jenis penyakit khusus. demensia merupakan sebuah situasi di mana daya ingat, kemampuan berfikir, dan juga kemampuan bersosialisasi seseorang mengalami gangguan, sehingga membuatnya tidak dapat berfungsi secara normal.

Meski demensia umumnya dikaitkan dengan hilangnya memori dalam diri seseorang, tetapi tidak berarti ketika seseorang kehilangan memori yang dimilikinya, mereka dikatakan mengalami demensia.

Gejala dan penyebab Demensia
Gejala demensia sangat bervareasi, tergantung daripada penyebab demensia itu sendiri. Berikut beberapa gejala umum yang dialami seseorang yang mengalami demensia.

Faktor Kognitif :

- Hilangnya memori.
- Kesulitan berkomunikasi atau berkata-kata .
- Kesulitan dalam penyelesaian sebuah masalah.
- Kesulitan melakukan pekerjaan yang sulit.
- Kesulitan dalam menyusun atau merencanakan sesuatu.
- Kesulitan dalam memberikan sinyal fungsi motorik
- Kebingungan atau mengalami disorientasi

Faktor Psikologis :

- Kepribadian berubah.
- Depresi.
- Mudah khawatir.
- Perilaku yang tidak biasa.
- Paranaoid. (Mudah Panik).
- Gelisah.
- Mudah berhalusinasi.

Lalu, apa sebenarnya yang menyebabkan seseorang mengalami demensia? Demensia menyebabkan kerusakan dalam area sel otak. Orang yang terkena demensia, memiliki penyebab yang berbeda-beda, hal ini tergantung dari bagian otak mana yang terganggu.

Panel Demensia
Mereka yang berusia lebih dari 55 tahun dan telah didiagnosis secara klinis mengalami demensia, sebaiknya melakukan pemeriksaan laboratorium untuk melihat apakah ada resiko terhadap organ lainnya. Pemeriksaan ini disarankan agar perkembangan penyakit dapat dihambat.

1.Pemeriksaan : Cholesterol Total, Cholesterol HDL, Cholesterol LDL-Direk, Trigliserida
Manfaat : Menilai profil lemak dan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah.

2.Pemeriksaan : Apo B, hs-CRP, Lp (a).
Manfaat : Risiko penyakit jantung dan Pembuluh darah.

3.Pemeriksaan : Homesistein
Manfaat : Faktor risiko demensia (kepikinan) serta penyakit Jantung dan pembuluh darah.

4.Pemeriksaan : NT-proBNP
Manfaat : Deteksi dini gagal ginjal

5.Pemeriksaan : Waktu Protrombin (INR)
Manfaat : Evakuasi Sistem Koagulasi (Pembekuan Darah)

6.Pemeriksaan : Agregrasi Trombosit
Manfaat : Evaluasi fungsi keeping darah

7.Pemeriksaan : Asam Folat
Manfaat : Menentukan status folat dalam Tubuh

8.Pemeriksaan : Vitamin B12
Manfaat : Menentukan status vitamin B12 dalam tubuh (misalnya Defisiensi vitamin B12 pada pasien anemia)

9.Pemeriksaan : Status Antioksidan Total
Manfaat : Memperkirakan status antiosidan dalam tubuh


Jika orang tua mengalami demensia, bukan artinya kita tidak memperhatikan mereka dan melakukan upaya pencegahan terhadap penyakit lain yang dapat dipengaruhi oleh demensia. Ajak orang tua melakukan pemeriksaan Panel Demensia untuk mewujudkan kehidupan yang berkualitas pada usia senja mereka.

Sumber: Prodia

Recent post

Kenali Penyebab Sakit KepalaKenali Penyebab Sakit Kepala
JAGA TIMBANGAN DENGAN SARAPAN
Walnut berpotensi menurunkan risiko obesiteas dan diabetes, karena kacang ini mengaktivitasi bagian otak yang mengatur rasa lapar dan mengurangi nafsu makan. (Diabetes, Obesitas dan Metabolisme)
SAATNYA TINGGALKAN SIKAP NEGATIF
“Anda mendapatkan kekuatan, keberanian, dan kepercayaan diri dari setiap pengalaman hidup yang membuat Anda menghadapi rasa takut.”
.